Kembali Gelar Unjuk Rasa, Petani Kendeng Berikan Puisi Tegas untuk Jokowi


Sembilan Petani Kendeng kembali melakukan aksi mengusung lesung di depan Istana Merdeka pada kamis, 14 Februari 2018 pukul 10:00 WIB. Selama unjuk rasa berlangsung, para demonstran pun menyampaikan tuntutan melalui orasinya yang begitu lantang.


Tak hanya itu, petani juga menyampaikan sebuah puisi yang begitu indah dengan menggunakan bahasa Jawa. Tembang tersebut berisi tentang sebuah keputusan penguasa yang anti petani yang ditujukan langsung kepada Presiden Indonesia, Jokowidodo.
“Bila Kendeng diabaikan, Keputusan penguasa berarti anti petani. Begitulah, Pak Jokowi?. Yang dikehendaki para penguasa?. Jika memang begitu, kami hanya bisa meminta kekuatan tanah, air dan angin,” begitu isi puisi tersebut yang dibacakan salah satu Petani Kendeng, Kamis (14/2).
Unjuk rasa tersebut merupakan aksi lanjutan, dimana pada dua hari sebelumnya para Petani Kendeng sudah melakukan demonstrasi depan Istana Merdeka.

Pada aksi sebelumnya (13/2), sembilan petani tersebut disambut baik oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Kemudian, para dulur-dulur kendeng pun menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan tuntuan mereka.
Tujuan dari aksi lanjutan yang digelar, yakni untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan KAP. Selain itu, juga sekaligus menutup kegiatan unjuk rasa yang sudah terselenggara selama tiga hari itu.
“Untuk menyampaikan hasil pertemuan tersebut, dan juga sekaligus menutup rangkaian aksi,” tutupnya. (beben)
BEM IBI-K57
BEM IBI-K57

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar