Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Front Perjuangan Pemuda Indnesia (FPPI) melakukan unjuk rasa menolak skorsing yang diterima dua aktivis Universitas Hassanudin (UNHAS) Makassar. Sanksi tersebut diterima lantaran dua mahasiswa tersebut membuat dan menempel poster dengan tema “Kampus Rasa Pabrik”.
Aksi tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Februari 2018 pukul 13:00 bertajuk “Aksi Solidaritas Menolak Skors Mahasiswa UNHAS”. Mereka menolak tindakan represif birokrat kampus lantaran skorsing tersebut merupakan hal yang memprihatinkan bagi gerakan mahasiswa yang menolak adanya sistem kampus yang tidak demokratis.
“Tindakan itu jelas-jelas bentuk pengekangan terhadap hak berpendapat mahasiswa yang sejatinya dilindungi sebagai Hak Asasi Manusia. Pengekangan ini juga jauh dari cita-cita universitas yang patutnya menghidupkan tradisi kritis,” ujar Lukman, Ketua FPPI Pimpinan kota Jakarta, Jumat (2/9).
Sehingga hal tersebut mendorong Mahasiswa UNJ dan juga FPPI untuk begerak menyampaikan rasa keprihatinan terhadap sikap otoriter dari kampus. Kemudian mereka merumuskan tiga poin tuntutan.
1. Agar Rektor Universitas Hasanudin (Makassar) untuk mencabut putusan skorsing kepada dua orang mahasiswa UNHAS
2. Meminta Kemenristek-dikti untuk mengusut keputusan skorsing yang dikeluarkan Rektor UNHAS
3. Menuntut Kemenristek-dikti menegakkan dan melindungi kebebasan berpendapat mahasiswa didalam Universitas. beben




Tidak ada komentar:
Posting Komentar