Perguruan Tinggi Dakwah Islam mengikuti Aksi
Bela Tauhid atau disebut Aksi 211. Organisasi tersebut melakukan unjuk rasa lantaran
merasa tersinggung karena kalimat tauhid dibakar oleh oknum Barisan Ansor
Serbaguna (Banser) di Garut.
"Sebagai umat muslim kita merasa
tersinggung karena itu kalimat tauhid, kenapa tidak dilipat," ujar Imas
salah satu anggota PTDI, Jumat (2/11).
Selain itu, ia bersama organisasinya ingin
agar sanksi yang diberikan oleh Banser ditegakkan. Mengingat bendera yang
dibakar merupakan kalimat Laillahaillallah.
"Kita ingin ygng lebih baik. Ketika
bendera di bakar jelas itu kalimat Laillahaillallah," tegasnya.
PTDI melakukan aksi membawa ratusan massa
dengan menaiki tiga bus. Tak hanya pria, wanita pun mengikuti aksi bela tauhid
tersebut dengan menggunakan busana muslim serba hitam.
Sebelum melakukan aksi, mereka bersama jamaah
laki-laki lainnya terlebih dahulu melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal.
(Riyan)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar