Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) ikut memperingati Hari Buruh Sedunia atau disebut May Day pada Selasa (1/5/2018). Mulai berkumpul di depan Sarinah Thamrin, mereka melakukan long march sambil meneriakan tuntutannya lewat orasi.
Terdapat sembilan tuntutan yang dilayangkan oleh oleh Sindikasi pada pemerintahan Presiden Jokowi. Yakni, terkait tentang transformasi digital yang dapat mengubah cara kerja pekerja media.
“Kalau dari Sindikasi media industri kreatif ada sembilan tuntutan. Ya, kurang lebih kalau dirangkum itu tentang transformasi digital yang dapat mengubah cara kerja. Yaitu bisa dikerjakan dirumah dengan mengandalkan teknologi tanpa mengorbankan hak buruh seperti waktu untuk istirahat. Dan juga upah yang layak seperti freelancedengan kontrak yang jelas,” ujar Guruh Dwi Rarto selaku Staf Advokasi Sindikasi, (1/5).
Aksi yang dilakukan Sindikasi merupakan sebuah kampanye untuk memperluas isu dan keanggotaan. Guruh pun tak memaksa menteri atau Presiden untuk langsung memenuhi tuntutannya bersama dengan organisasinya itu langsung diwujudkan.
“Otomatis tuntutan ini ngga akan langsung terwujud, aksi ini kan untuk kampanye, kita ngga lantas memaksa menteri atau presiden untuk memenuhi itu, karena kita sindikasi ngga punya kekuatan setinggi itu”. tambahnya.
Selama melakukan unjuk rasa, belum ada tuntutan yang terwujud dari aksi-aksi sebelumnya. Hal tersebut karena belum adanya pengorganisiran yang kuat.
“Belum ada tuntutan yang terwujud karena belum ada tekanan yang kuat. Untuk melakukan tekanan yang kuat kan perlu pengorganisiran yang kuat juga. Nah, itu belum ada satupun sindikat pekerja di sektor media yang mampu melakukan itu,” tuturnya.
Staf Advokasi Sindikasi tersebut pun menilai, tuntutannya selama ini belum terealisasi karena selama ini Presiden Jokowi hanya mengurus pengusaha saja. Sehingga tidak mengurus hak dari para buruh.
“Sehingga ekonomi digital yang dikeluarkan bapak Jokowi itu hanya mengurus pengusaha aja, tidak mengurus hak hak buruh, karena belum sanggup dan itu bukan merupakan pekerjaan yang ringan,” tutupnya. (Rosy Mahasiswa Administrasi Bisnis 2017)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar