Napak Tilas Sejarah Indonesia di 3 Pulau Kepulauan Seribu


omunitas Historia Indonesia (KHI) menyelenggarakan kegiatan open trip ke tiga pulau pada 10-11 Februari 2018. Yakni Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan juga Pulau Onrust untuk melakukan Napak Tilas Sejarah Bangsa Indonesia.
Pulau-pulau tersebut memiliki sejarah dan ceritanya masing-masing bagi bangsa Indonesia saat masa penjajahan kolonial Belanda. Bahkan, ketiga pulau itu sudah masuk kedalam situs sejarah. Kemudian juga telah diatur didalam undang undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Belanda pernah menggunakan ketiga pulau tersebut untuk dijadikan markas organisasi perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pada tahun 1619, dalam melakukan penyerangan ke kota Jayakarta.
Sebelum disebut Pulau Kelor, ternyata Pulau tersebut bernama Pulau Kherkof, yang diartikan dalam bahasa Belanda yakni pemakaman. Kuburuan tersebut dikenal Seven Provincien yang merupakan pemberontakan para pejuang yang tidak sesuai bayarannya dalam perbaikan kapal.
Pada tahun 1859, kolonial Belanda menggunakan Pulau Kelor untuk dibangun sebuah benteng pertahanan dan pengintaian terhadap musuh. Benteng tersebut bernama Martello yang berbentuk lingkaran dengan lubang-lubang untuk menempelkan meriam.
“Benteng itu bernama martello yang berbentuk lingkaran dengan adanya lubang-lubang untuk menempatkan meriam dan didalamnya ada sebuah tangga dengan gang yang melingkar diperkirakan untuk persembunyiannya para pengintaian,” ujar Duta selaku pemandu pada kegiatan tersebut, Sabtu (10/2).

Pulau Cipir merupakan tempat Rumah Sakit karantina Haji pada tahun 1911-1933. Alasan Belanda menyulap pulau tersebut dikarenakan Islam saat itu menjadi golongan yang kuat menentang kekejaman kolonialisme . Tujuannya juga agar muda mengakomodir golongan Islam tersebut.
“Belanda melakukan politik Islam, yang pada saat itu Islam menjadi salah satu kekuatan yang anti kolonialisme, maka agar pergerakan itu bisa diakomodir oleh Belanda maka dibuatlah gelar haji tersebut untuk memantau dan diawasi aktivitasnya,” tambahnya.
Pulau Onrust juga termasuk salah satu tempat karantina Haji dengan dilihatnya 32 barrak dengan kapasitas 100 jemaah perbarrak. Karantina dalam Haji pada saat itu sekitar 3 bulan, banyak calon haji yang sakit dan dipindahkan ke Pulau Cipir untuk mendapatkan perawatan. (Mafazi Mahasiswa Akutansi 2014)


BEM IBI-K57
BEM IBI-K57

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar